Tadarusan Pendidikan FTIK IAIN Pekalongan #3
Pada penyelenggaraan yang ketiga ini, penyampaian materi diisi oleh Ketua Jurusan PGMI dan PIAUD yakni Ibu Juwita Rini, M. Pd., dan Ibu Triana M. Pd. “Motivasa” atau “Motivasi di Bulan Puasa” menjadi tema yang diangkat pemateri pada kali ini. Ibu Triana menyampaikan, “Di Bulan puasa ini akan mengantuk jika diisi dengan ceramah, maka pada Tadarus Pendidikan kali ini akan kami isi dengan Motivasa yakni Motivasi di Bulan Puasa agar kalian dapat memiliki motivasi yang lebih lagi di bulan puasa ini”. Agar lebih termotivasi lagi, Ibu Triana dan Ibu Juwita Rini menyediakan 5 buku sebagai reward bagi peserta yang aktif memberikan feedback dari materi yang disampakan.
Materi pertama disampaikan oleh Bu Triana. Bu Triana menyampaikan tentang wajibnya memiliki tujuan atau goals dalam hidup. “Hidup harus memiliki tujuan hidup atau goals dan harus punya cita-cita. Dan mulai dari sekarang harus tau langkah-langkah dalam meraih cita-cita tersebut”, ucap Bu Triana. Kemudian Bu Triana menanyakan kepada audience tentang apa cita-citanya dan bagaimana caranya dalam meraih cita-cita tersebut. Salah satu peserta pengacungkan tangan dan maju ke depan,m ia adalah ketua umum UKM F Literasi Pendidikan Ryan Deriansyah. Ryan menyampaikan bahwa, “Cita-cita saya menjadi guru agama Islam, dan untuk merelisasikan cita-cita saya yaitu dengan belajar dengan sungguh-sungguh di perkuliahan dan menjalin relasi serta menempa mental di organisasi”. Karena berani maju ke dapan, Bu Triana memberikan buku sebagai reward karena berani maju ke depan.
Menyambung dari materi Bu Triana, Bu Juwita Rini menyampaikan tentang kisah telur, wortel, dan kopi. “Ketika ada 3 buah panci yang diisi air kemudian dididihkan di atas kompor. Setelah itu pada panci 1 dimasukkan telur, panci 2 dimasukkan wortel, dan panci 3 dimasukkan kopi. Panci dengan air mendidih di dalamnya ibarat permasalahan, dan benda yang dimasukkan ke dalamnya adalah pribadi manusia. Telur yang dimasukkan ke dalam panci satu menjadi keras karena terkena air mendidih ibarat orang yang hatinya menjadi keras karena tak mampu mengendalikan permasalahan yang ia peroleh. Wortel yang berada di panci 2 menjadi lembek ibarat orang yang menjadi lemah karena permasalahan, dan yang ketiga yakni kopi yang berada di panci 3 menjadi larut ibarat orang yang mampu mengendalikan masalah layaknya kopi yang mampu mewarnai dan memberikan aroma pada air mendidih tersebut. Sifat kopi inilah yang diharapkan dapat dimiliki oleh kita semua agar tak mudah goyah akan masalah, justru mampu mengendalikan masalah tersebut menjadi peluang”.
Acara terakhir ditutup dengan pembagian sertifikat kepada pemateri yakni Ibu Triana, M. Pd., dan Ibu Juwita Rini, M. Pd serta kemudian diakhiri dengan foto bersama.
Redaktur : UKM F Literasi Pendidikan






Komentar
Posting Komentar