UKM F LITERASI PENDIDIKAN AJAK MAHASISWA FTIK 'SINAU BUDAYA' BATIK DI MUSEUM BATIK PEKALONGAN




Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) F Literasi Pendidikan berhasil menggelar kegiatan Sinau Budaya yang menarik untuk mahasiswa FTIK. Kegiatan ini mengajak mahasiswa untuk lebih mengenal dan menghargai warisan budaya batik Indonesia, khususnya di Kota Pekalongan. Kegiatan yang bertempat di Museum Batik Pekalongan pada Sabtu, 14 September 2024 ini memberikan pengalaman yang unik bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya diajak untuk melihat-lihat koleksi batik yang indah, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas menarik seperti terjun langsung untuk mempraktikan proses membuat batik baik batik cap maupun batik tulis. Dengan didampingi oleh pemandu, mahasiswa berkeliling museum untuk melihat koleksi batik kuno dan modern, serta proses pembuatan batik secara tradisional.

Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah "Recognize Culture: The City of Batik". "Recognize Culture: The City of Batik" adalah sebuah tema yang mengundang kita untuk mengenali, memahami, dan menghargai budaya batik yang begitu lekat dengan identitas kota-kota tertentu yang terkenal sebagai pusat pembuatan batik seperti di Kota Pekalongan. Sederhananya, tema ini mengajak kita untuk lebih mencintai dan menghargai budaya batik sebagai bagian dari identitas bangsa. Apabila kita memahami dan melestarikan budaya batik, berarti kita turut berkontribusi dalam menjaga keberagaman budaya Indonesia. Perlu diketahui juga bahwa meskipun tergolong budaya warisan tradisional, batik ternyata semakin mendunia dan dapat menjadi sumber inspirasi di masa modern dalam berbagai bidang, seperti fashion terutama. 

Kegiatan 'Sinau Budaya' diikuti oleh beberapa mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Bersama pengurus UKM F Literasi Pendidikan, para peserta terlihat tertarik mengikuti tour di Museum Batik Pekalongan yang berlangsung selama 1 jam lebih tersebut. Peserta kegiatan mengaku sangat senang karena dapat mempelajari budaya batik lebih mendalam. Selain itu, para peserta juga antusias sekali untuk dapat 'membatik' dan membawa pulang hasil karyanya. Setiap peserta dapat merasakan sensasi membuat batik sendiri menggunakan canting dan malam yang telah disediakan pihak museum. Setiap peserta juga dapat menciptakan motif batik cap sederhana menggunakan stempel tembaga dan dibimbing oleh perajin batik di sana.


UKM F Literasi Pendidikan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, terutama pihak Museum Batik Pekalongan dan para peserta atas partisipasinya. UKM F Literasi Pendidikan berharap kegiatan "Sinau Budaya" di Museum Batik Pekalongan ini dapat menjadi pemantik semangat mahasiswa untuk lebih peduli terhadap warisan budaya bangsa. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan mereka dapat berkontribusi aktif dalam melestarikan dan mengembangkan batik Indonesia.









Komentar